Sabtu, 23 Januari 2016

Study Banding





Eksperimentasi Seni Budaya Betawi Tahun 2015























Eksperimentasi Seni Budaya Betawi 2015

Eksperimentasi Seni Budaya Betawi Tahun 2015

Eksperimen Seni Budaya Betawi 2015

Eksperimentasi Seni Betawi Tahun 2015

Eksperimentasi Seni Budaya Betawi 2015

Eksperimentasi Seni Budaya Betawi Tahun 2015

Diperlukan Eksperimentasi Untuk Mengembangkan Seni Budaya Betawi

Published On: Mon, Nov 9th, 2015

Diperlukan Eksperimentasi Untuk Mengembangkan Seni Budaya Betawi

UNTUK meningkatkan membina, mengembangkan, melestarikan, dan memanfaatkan seni budaya Betawi, Pemprov DKI Jakarta melalui Bidang Pengkajian dan Pengembangan Seni Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pergelaran Eksperimentasi Seni Budaya Betawi Tahun 2015 (Pencak Silat Maen Pukul Aliran Sabeni Tanah Abang, Tari Zapin, Topeng Blantek).

budaya betawi (ziz)
budaya betawi (ziz)

Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Jumat (6/11/2015) dihadiri oleh Taufik Ahmad, Bidang Pengkajian dan Pengembangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta beserta jajarannya, Rachmat Ruchiat, Sejarahwan Betawi, Drs. Yahya Andi Saputra, Tokoh Sastra Lisan Betawi, Atien Kisam, Koreografer dan Sutradara Seni Pertunjukan, Muhamad Taher, Seniman Sastra Arab, Komunitas/Sanggar Seni Budaya Betawi, Siswa/I SMK Se DKI Jakarta, serta warga masyarakat Bale Kambang, Condet, Jakarta Timur.

Terselenggaranya kegiatan tersebut atas kerjasama Bidang Pengkajian dan Pengembangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta dengan SMKN 13 Jakarta Barat, serta para pengajar diantaranya Budi Sobar, praktisi teater, Anus Irwan, praktisi musik, serta Tarman Tri Darma, praktisi Silat, di Laboratorium Seni Karawitan dan Tari, Bale Kambang, Condet, Jakarta Timur.

Memang kami mengakui bahwa kegiatan ini belum apa-apa, tapi yang jelas barangkali ada benang merah dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya tradisi yang pernah ada di Betawi. Jadi nanti barangkali setelah kegiatan ini ada suatu rekomendasi sebagai acuan dalam pengkajian dan pengembangan seni budaya Betawi ke depan.

“Perlu diketahui bersama bahwa hasil dari kegiatan ini, Insya Allah dalam waktu dekat ini akan kami pentaskan di beberapa kota di Indonesia,” ungkap Taufik Ahmad, Bidang Pengkajian dan Pengembangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

Budi Sobar, praktisi teater yang dalam hal ini sebagai sutradara Topeng Blantek mengatakan bahwa permainan Topeng Blantek ini bermula dari 5 (lima) orang pemuda yang beraktifitas di sawah pulang dari sawah membawa sundung pembawa rumput, membawa ternak, membawa tikar untuk rebahan istirahat, membawa panci untuk ngeliwet disawah.

“Sekali lagi bahwa dengan keberadaan sundung inilah sebagai simbol orang-orang sawah dan begitu juga dengan kain hitam dan kain perca sebagai latar panggung yang menyimbolkan kaum urban,” jelasnya.

Menurut Anus Irwan, praktisi musik sekaligus sutradara pentas tari Zapin bahwa Tari Zapin diiringi dengan musik gambus, biola, marawis, dan sekarang telah ditambah dengan alat musik gitar bas dan akordion sebagai pelengkap. Tari Zapin merupakan tari penghormatan yang mempunyai gerakan mundur yang memiliki filosofi untuk menghormati yang dikhususkan dalam acara (rahat) keluarga/santai dikalangan keluarga keturunan Arab di Indonesia.

“Alhamdulillah sekarang udah menyebar untuk umum dan berkembang pesat di Indonesia,” harapnya.

Tarman Tri Darma, praktisi Silat menambahlan bahwa Pencak silat Betawi yang sering kita kenal dengan orang-orang, penokohan, ulama-ulama, serta pahlawannya. Bela diri ditanah Betawi dikenal dengan sebutan maen pukulan beserta dengan aliran-aliran. Jurusannya dimana setiap kampung mempunyai jurusan dan aliran, salah satunya adalah di Tanah Abang yaitu aliran jurus maen pukulan Sabeni. Sabeni adalah nama salah satu tokoh persilatan yang kondang didaerah Tanah Abang dan sekitarnya.

“Dan aliran Sabeni mempunyai gerakan dan bentuk gerakan yang khas, diantaranya sontokan, sikutan, sentakan, uliran, dan banyak lagi bentuk gerakan lainnya,” tutupnya. (ziz)

Seni Budaya Betawi Pernah Berjaya Pada Festival Seni Budaya Tradisi Nusantara





Budaya Betawi.[aziz/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Seni budaya Betawi harus berkompetisi dengan budaya-budaya luar dan modern. Akibatñya seni budaya Betawi semakin tertinggal dari budaya-budaya modern-hedonis. Menyikapi hal tersebut, Bidang Pengkajian dan Pengembangan Seni Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta bersama dengan para praktisi, pengajar, serta Siswa/I SMKN 13 Jakarta Barat menyelenggarakan kegiatan Eksperimentasi Seni Budaya Betawi Tahun 2015, diantaranya Pencak Silat Aliran Sabeni Tanah Abang, Zapin, Topeng Blantek.

Pada tahun 1977-1982 Aliran Silat Sabeni Tanah Abang telah beberapa kali melahirkan  garapan-garapan yang didiiringi dengan musik sambrahnya Bang Ali Sabeni yang sungguh sangat menarik.

“Pada Festival seni budaya tradisi nusantara Silat Aliran Sabeni Tanah Abang selalu saja senantiasa mendapatkan nomor-nomor atas, kalau tidak juara 1 ya juara 2,” jelas Drs. Yahya Andi Saputra, Tokoh Sastra Lisan Betawi, (6/10) disela kegiatan Eksperimentasi Seni Budaya Betawi Tahun 2015, di Gedung Pusat Laboratorium Tari & Kesenian Karawitan Condet, Jl Balai Rakyat No 64 Balekambang, Condet, Jakarta Timur.


Dikesempatan yang sama, Muhamad Taher, Seniman Sastra Arab mengatakan bahwa dalam gerakan dahifa jangan ada gerakan gemulai “perempuan” karena keluar dari aslinya, kecuali gerakan zapin dan sarah itu boleh. Gerakan dahifa, zapin dan sarah adalah aslinya dari negeri Yaman Hadromaut dibawa ke Indonesia oleh penyebar Islam setelah periode dakwah Walisongo yang berdakwah dengan cara mengikuti budaya asli setempat.


“Tapi setelah kedua periode tersebut, para Habaib membawa khas mereka dari Yaman Hadromaut ke Indonesia,” ungkapnya.


Atien Kisam, Koreografer dan Sutradara Seni Pertunjukan, lebih menekankan kepada proses latihan yang sangat mempengaruhi kwalitas pertunjukan. Karena kalau proses latihannya digarap serius akan terlihat tingkat pematangan dari pemainnya, keenjoyan dalam penampilannya.


“Produk seni budaya setelah dikemas menjadi sebuah pertunjukan harus power full dalam bermain, musik pengiring yang asik, dan permainan komposisi yang apik dengan mengisi segala ruang yang ada di panggung,” tegasnya.


Menurut Rachmat Ruchiat, Sejarahwan Betawi bahwa masing-masing seni budaya tradisi Betawi punya ciri khas atau pakem tersendiri, khususnya pada seni teater tradisi Betawi punya ciri khas atau pakem sendiri-sendiri dan terutama sekali dalam hal musik  pengiringnya.


Lenong mempunyai ciri khas atau pakem dengan musik pengiring Gambang Kromong, Topeng Betawi ciri khas atau pakem dengan musik pengiring Gamelan Kecil atau Gamelan Topeng.


“Namun, Topeng Blantek musik pengiringnya bisa apa saja, misalnya dengan musik Rebana Biang,” imbuhnya. (ziz)



Eksperimentasi Seni Budaya Betawi Tahun 2015

Eksperimentasi Seni Budaya Betawi (Silat Aliran Sabeni Tanabang, Zapin, Topeng Blantek SMKN 13 Jakbar), Jum'at, 6 November 2015, Bid. Jibang Disparbud DKI, Gd Pusat Laboratorium Tari & Kesenian Karawitan Condet, Jl Balai Rakyat No 64 Balekambang, Condet, Jakarta Timur.